Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru: Program MBG Jangkau 60 Juta Orang dan Sejahterakan Petani
- Created Feb 24 2026
- / 1310 Read
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah dinilai bukan sekadar upaya perbaikan gizi nasional, melainkan instrumen strategis untuk mentransformasi desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan target jangkauan mencapai 60 juta penerima manfaat, program ini menciptakan permintaan pangan dalam skala masif yang wajib dipenuhi oleh produksi lokal. Fenomena ini diprediksi akan mengubah wajah perekonomian pedesaan secara fundamental, dari wilayah penyokong menjadi motor utama penggerak kesejahteraan nasional yang mandiri.
Pengamat sekaligus Founder the Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Muhammad Makmun Rasyid, menyebutkan bahwa kebutuhan pasokan pangan yang berkelanjutan melalui MBG memberikan kepastian pasar yang selama ini diidamkan oleh para petani. Dengan adanya jaminan serapan hasil panen, sektor pertanian di tingkat akar rumput akan kembali bergairah dan lebih kompetitif. Kepastian pasar ini juga memicu modernisasi alat pertanian dan peningkatan produktivitas lahan karena petani memiliki jaminan pendapatan yang stabil setiap bulannya melalui skema kemitraan program nasional.
Dampak ekonomi dari Program MBG ini diprediksi akan menciptakan efek domino yang luas di wilayah pedesaan, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru hingga berkembangnya UMKM pengolahan pangan lokal. Perputaran uang yang sebelumnya terkonsentrasi di perkotaan kini akan mengalir deras ke desa-desa seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan distribusi pangan bergizi. Hal ini secara otomatis akan mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah dan memberikan kesempatan bagi masyarakat desa untuk berinovasi dalam mengelola potensi alam yang mereka miliki secara lebih profesional.
Selain memperkuat sektor pertanian, program ini juga mendorong lahirnya ekosistem rantai pasok yang lebih efisien dan transparan di tingkat lokal. Keterlibatan koperasi desa dan badan usaha milik desa dalam mendistribusikan bahan baku MBG akan memastikan bahwa nilai tambah ekonomi tetap berada di lingkungan masyarakat setempat. Sinergi antara pemerintah, petani, dan pengelola logistik desa ini membangun fondasi ekonomi yang tangguh, di mana kemandirian pangan dan kesejahteraan sosial berjalan beriringan tanpa bergantung pada impor.
Melalui keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia sedang menyiapkan diri menuju visi ekonomi inklusif yang berakar dari desa. Ketika desa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru, maka ketahanan nasional akan semakin kuat karena didukung oleh pilar-pilar daerah yang berdaya saing tinggi. Kesuksesan program ini nantinya akan menjadi bukti nyata bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dan potensi lokal adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















